Apakah berbagai kebocoran data internet turut mengorbankan data milik kamu?
Helixs.techBerbagai macam kejadian kebocoran data di dunia maupun di Indonesia sangatlah meresahkan. Seperti kejadian yang terjadi tahun 2020 ini seperti kebocoran data user Tokopedia.com dan juga www.wattpad.com. Data yang bocor meliputi alamat email,password,lokasi,tanggal lahir,jenis kelamin,dan masih banyak data pengguna yang bocor.

Lantas, bagaimana cara untuk mengetahui apakah akun dan password yang kamu miliki pernah bocor atau tidak? Melansir berbagai sumber, berikut beberapa situs yang dapat diakses untuk memeriksanya:

1. Have I Been Pwned (HIBP)

<img src=
Situs Have I Been Pwned, salah satu situs untuk mengecek apakah akun kita pernah bocor atau tidak.

Have I Been Pwned bekerja untuk melacak pelanggaran yang menggunakan email kamu. Serupa dengan Avast, kamu hanya perlu memasukkan alamat email dan situs akan melakukan pengecekan apakah email kamu pernah mengalami kebocoran data atau tidak.

Untuk pelanggaran yang lebih sensitif, situs https://haveibeenpwned.com/, bisa memberi layanan tersebut, namun kamu diminta untuk mendaftar di situs itu lebih dulu.

2. DeHashed

DeHashed tidak hanya bisa memeriksa apakah email kamu bocor atau tidak. Situs https://www.dehashed.com/ ini juga memungkinkan kamu untuk mengetahui apakah identitas nama kamu muncul di daftar yang diretas.

kamu juga dapat melihat kata sandi kamu ada di daftar akun mana saja. Akan tetapi untuk akses yang lebih mudah, kamu harus berlangganan di situs ini.

3. Periksa Data

Periksa Data
Source: periksadata.com

Pendiri komunitas ethical hacker, Teguh Aprianto mengklaim berhasil membuat situs yang dapat mendeteksi data seseorang bocor atau tidak. Website yang dilengkapi tools khusus ini dinamai periksadata.com. Breach data web ini provided by Have I Been Pwned

kamu tinggal memasukkan email pada kolom yang tersedia seperti situs sebelumnya. Situs ini akan langsung memberikan informasi mengenai kebocoran data milik kamu, apakah pernah bocor atau tidak.

4. Avast

AVAST
Source: www.avast.com

Salah satu situs yang dapat diakses untuk memeriksanya adalah melalui https://www.avast.com/hackcheck/. pengguna hanya butuh memasukkan alamat e-mail  di kolom pemeriksaan. Setelah itu, Avast akan mengirimkan hasil pemeriksaan ke alamat e-mail yang Anda periksa secara detail, termasuk saat terhubung dengan situs mana.

Pada kasus yang berbeda, password yang bocor dalam bentuk terenkripsi juga dapat dideteksi. Artinya, password sebenarnya tidak terbaca tanpa adanya bantuan pengetahuan khusus, tetapi memiliki potensi bocor. Oleh karena itu, disarankan untuk mengubah seluruh password yang menggunakan alamat e-mail  tersebut.  Mengutip laman Avast Hack Check pada kamis (29/11/2020), ada 4,421,353,364 kata sandi yang telah diambil sebagai bagian dari pelanggaran kemanan atau bentuk lain dari aktivitas online ilegal.

5. Firefox Monitor

Situs cek peretasan besutan peramban Firefox dengan link situs https://monitor.firefox.com/ ini memungkinkan pengguna untuk mengecek apakah email dan kata sandi telah bocor. Sama seperti situs cek peretesan pada umumnya, kamu tinggal memasukkan email kamu.

Di situs ini, Anda juga bisa langsung melakukan pengecekan ke akun kamu secara spesifik. kamu tinggal pilih navigasi ‘Breaches’ di sebelah ‘Home’. Anda kemudian bisa melihat kebocoran-kebocoran yang dialami oleh layanan digital mulai dari e-commerce,CryptoCurrency hingga Sosial Media.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *